LORAN WILSON NAPITUPULU

MENJADI LUAR BIASA DALAM SEGALA HAL

Arsip untuk ‘Motifasi’ Kategori

TJS: Tiga Jurus Sukses

Posted by LORAN pada Mei 5, 2009

Mari berbincang soal TJS: Tiga Jurus Sukses. Ini resep cespleng yang saya terima dari seorang kawan yang bermurah hati mau mengajar saya. Katanya, ia sudah membaca ribuan buku mengenai sukses. Dan saya percaya. Ketika saya berkunjung ke kediamannya, ia dengan bangga menunjukkan kepada saya perpustakaan pribadinya yang penuh dengan buku-buku tebal dalam jumlah ribuan. Ada yang nampak sudah lusuh betul dan penuh debu tanda lama tak tersentuh. Ada juga yang masih terbungkus rapi, belum sempat dibuka.

Saya percaya bahwa apa yang diajarkannya kepada saya tidak saja bersumber dari buku-buku itu, tetapi juga dari ratusan seminar dan pelatihan yang pernah ia ikuti. Ia belajar dari guru-guru sukses terbaik di Indonesia, di Asia, dan bahkan di dunia. Obsesinya untuk meraih sukses dan menjadi lebih sukses dan terus sukses telah membuatnya menginvestasikan ratusan juta tiap tahun untuk berguru dari orang-orang terbaik. Ia mengatakan kepada saya, bahwa tiga jurus sukses yang akan diajarkannya langsung kepada saya itu, merupakan kesimpulan dan ringkasan dari semua ajaran sukses yang pernah ada di muka bumi. Ia juga mengatakan bahwa untuk sampai pada kesimpulan bahwa hanya perlu tiga jurus untuk sukses, ia telah membayar puluhan ribu dolar selama bertahun-tahun. Luar biasa, bukan?

Kepercayaan saya akan keluarbiasaan ajaran yang bakal ia curahkan kepada saya semakin tebal melihat hidupnya sendiri yang memang addakaddabra bin simsalabim. Dari manusia yang bukan siapa-siapa, ia menjadi orang yang dikenal siapa-siapa. Dari orang biasa-biasa saja, ia menjadi X-O-P, extra ordinary person. Dari orang kampungan, ia kemudian bisa membeli kampung-kampung orang lain. Maka saya memutuskan untuk mendengarkannya dengan takzim.

Tiga jurus yang diajarkannya itu disingkat MYT: Mimpi-Yakin-Tekun.

Jurus pertama, mimpi. Belajarlah untuk bermimpi. Ini pelajaran fundamental paling penting. Ingat, hanya manusia yang bisa bermimpi. Kambing tak bermimpi. Anjing tak bermimpi. Kucing tak bermimpi. Singa, harimau, buaya, sapi, dan keledai, juga tak bermimpi. Pokoknya, flora dan fauna tak bisa bermimpi. Itu sebabnya tak ada kambing sukses, yang ada kambing congek. Tak ada kucing sukses, yang ada kucing garong. Tak ada buaya sukses, yang ada buaya darat. Tak ada sapi sukses, yang ada sapi perah. Pendek kata, meskipun bintang juga bisa tidur seperti manusia, tetapi mereka tidak mampu bermimpi.

Daftar impian atau buku impian atau apapun yang merekam mimpi manusia, sangatlah penting. Mau disebut cita-cita, tujuan, sasaran, outcome, atau apapun, terserahlah. Intinya sama, kalau mau sukses bermimpilah. Keluarlah dari penjara kenyataan, dan berkelanalah di dunia bidadari. Kalau Anda bisa melakukan itu, maka Anda sudah menguasai 33,33% dari ilmu sukses tiga jurus yang diajarkan kawan saya.

Jurus kedua: yakin. Yakin atas apa? Yakin atas kemungkinan membuat impian itu bisa menjadi nyata. Kawan saya bilang, tak ada kekuatan di jagat raya ini yang mampu menyaingi kekuatan keyakinan alias kepercayaan. Jika impian bertalian dengan mind power, maka keyakinan berkaitan dengan heart power. Dan kedua hal ini merupakan inti dari man power. Penjelasannya yang singkat ini membuat saya terperangah. Ia bicara tentang kekuatan hati, kekuatan yang mampu melahirkan keikhlasan. Wow!

Sekarang jurus ketiga, jurus terakhir: tekun. Bertekunlah dalam setiap usaha merealiasasikan impian yang sudah diyakini itu tadi. Tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada hanyalah umpan balik. Pelajari umpan balik, lalu maju lagi. Coba lagi. Jangan pernah menyerah. Terapkan itu dalam masa-masa paling sulit. Ketekunan adalah body power, kekuatan tubuh. Ia melengkapi mind power, dan heart power. Dengan ketekunan semuanya menjadi three-in-one. Luar biasa! Saya berdecak-decak kagum sampai ileran dibuatnya.

Sebagai bonus sukses tiga jurus, kawan yang hebat ini berjanji akan mengajarkan saya resep cespleng lainnya. Yang ini pun tak kalah dahsyat, katanya. Konsep bes-ebes-ebes, namanya. Di artikel edisi berikut ya?!

Mantaplah! [*]

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Tidak Menunda Berbuat Baik

Posted by LORAN pada April 14, 2009

Tidak Menunda Berbuat Baik

 

Berbuat baik kepada siapa pun dan apa pun di dunia ini mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hati. “Your own soul is nourished when you are kind; it is destroyed when you are cruel. – hatimu akan berbunga ketika Anda berbaik hati; tetapi kebahagiaan itu akan lenyap ketika Anda berbuat jahat,” kata King Solomon. Sebaliknya, kejahatan hanya mendatangkan kecemasan, kesedihan, dan rasa tidak nyaman lainnya.

Berikut ini kisah tentang seorang pria peruh baya yang cukup sukses berbisnis bahan-bahan kebutuhan pokok. Setiap hari ia selalu mendapatkan omzet penjualan sangat besar. Tetapi ia mempunyai sifat sombong, menang sendiri, dan tidak segan mencelakai orang lain jika berselisih paham atau bersaing dagang dengannya. Hal itu membuat pria tersebut ditakuti sekaligus dibenci orang.

Suatu saat ia mendatangi seorang peramal untuk menerka seberapa besar keberuntungan yang akan ia peroleh di tahun-tahun berikutnya. Tetapi peramal tersebut justru mengungkapkan bahwa pria itu tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari 47 tahun. Pria yang saat itu berusia 44 tahun sangat kesal mendengar ramalan itu, lalu pergi begitu saja.

Tetapi dalam perjalanan pulang ia terus terngiang semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang peramal. Ia menjadi tidak tenang, lalu mencoba menemui beberapa peramal lain yang tak kalah masyhur pada saat itu. Berbagai bentuk teknik ramalan, mulai dari membaca garis tangan, fengsui, baguo, bazhi (ramalan waktu lahir), semuanya mengisyaratkan bahwa usia pria itu tak akan lebih dari 47 tahun.

Meskipun sedih, ia berusaha menerima ‘kenyataan’ bahwa sisa hidupnya hanya 3 tahun lagi. Ia mulai bersiap-siap menjelang ‘kematian’. Berbagai bentuk kebaikan ia laksanakan, berharap dapat membawa amal baik sebanyak mungkin jika harus meninggal dalam waktu 3 tahun mendatang.

Sejak saat itu ia rajin beramal, membantu orang miskin di sekitar rumahnya. Ia juga tidak segan membagikan harta bendanya untuk membantu teman-teman maupun kerabat jauh yang membutuhkan bantuan. Hampir semua orang yang pernah mengenal dirinya dulu merasa heran sekaligus senang atas perubahan drastis sikapnya itu.

Masa berlalu dan usia pria itu sudah menginjak 47 tahun. Pria tersebut sudah dikenal sangat baik dan pemurah. Sedangkan bisnisnya sudah jauh lebih besar dibandingkan 3 tahun yang lalu. Anehnya sampai usianya merangkak masuk ke tahun 50, ramalan dari para peramal kesohor itu tak satu pun terbukti.

“Baiknya kamu datangi peramal-peramal itu. Obrak-abrik saja isi rumah mereka, karena mereka semua sudah berbohong padamu,” celetuk sahabat karibnya bernada kesal.“Ah, tidak perlu itu. Justru aku harus berterima kasih. Karena semua ramalan itu sudah membuatku lebih baik. Badanku terasa lebih segar, bisnisku lebih maju, pikiranku lebih ringan, dan sangat banyak orang yang baik padaku dibandingkan 3 tahun yang lalu. Hidupku lebih bahagia sekarang,” ucap pria itu tenang.

Inti pesan dalam kisah itu mengajak kita berbuat baik kepada siapa pun, apa pun dan kapan pun. Lakukan kebaikan sesegera mungkin, selagi kita mampu. Berikut beberapa hal mengapa kita sebaiknya tidak menunda untuk berbuat baik.

Kita tidak pernah dapat menebak apa yang akan terjadi 1 jam lagi, 2 jam lagi, dan seterusnya. “You and I can never do a kindness too soon, for we never know how soon it will be too late. – Saya dan Anda tak pernah dapat melakukan kebaikan terlalu cepat, karena kita tak pernah tahu bagaimana ukuran terlalu cepat atau terlambat,” Ralph Waldo Emerson.

Jangan menunda bila Anda ingin berbuat baik, karena tanpa kita sadari penundaan itu membuat kita kehilangan kesempatan. Di masa datang sangat banyak kemungkinan terjadi, misalnya Anda sudah tidak sanggup melakukannya karena sakit, tua, bangkrut, dan lain sebagainya. Kapan lagi kita dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian itu, jika kita tidak berbuat kebaikan sedari sekarang?

Kesempatan hidup kita sangat terbatas, sedangkan tanggung jawab yang harus kita kerjakan sangatlah banyak. Tak seorang pun mengetahui kapan kontrak hidup dengan Tuhan YME akan berakhir. Jika benar-benar habis masa kontrak usia kita tentu kesempatan untuk berbuat baik juga sudah hilang. Oleh sebab itu, segera gunakan kesempatan yang Anda miliki untuk berbuat baik dan jangan pernah menundanya lagi.

Selain itu, tak satu pun manusia di dunia ini yang sempurna. Semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, entah yang kita sadari atau tidak. Selayaknya kita mengimbangi dosa dan kesalahan tersebut dengan perbuatan positif. Kalau kita tidak segera berbuat baik, bisa jadi kita kembali melakukan kealpaan lagi atau justru terjerembab dalam lingkaran kesalahan.

Berbuat kebaikan dengan penuh kesungguhan pasti menarik kebaikan pula kedalam kehidupan kita. Samuel Johnson mengatakan, “Kindness is in our power, even when fondness is not. – Kebaikan adalah kekuatan kita, sedangkan kesenangan itu bukan.”

Dalam kisah di atas dikatakan bahwa pria paruh baya tersebut merasa badannya lebih sehat, hati lebih tentram, dan bisnisnya berkembang pesat setelah ia mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik saja. Sangat banyak manfaat lainnya dari perbuatan baik kita. Semakin cepat kita memulai berbuat kebaikan, semakin cepat pula kita rasakan semua manfaat tersebut.

dscf1711

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Paradoks kehidupan dan waktu kita dalam sejarah ini

Posted by LORAN pada Maret 25, 2009

Paradoks kehidupan dan waktu kita dalam sejarah ini adalah:

- Kita memiliki gedung-gedung yang tinggi, namun temperamen yang pendek;
- Kita memiliki jalan-jalan raya yang lebar, namun sudut pandang yang sempit;
- Kita menggunakan uang dengan berlimpah, namun mendapatkan sedikit;
- Kita berbelanja lebih banyak, namun sedikit menikmatinya;
- Kita memiliki rumah-rumah yang besar, namun jumlah keluarga yang sedikit;
- Kita memiliki banyak kesempatan, namun sedikit waktu;
- Kita memiliki banyak gelar, namun sedikit pengertian;
- Kita memiliki banyak pengetahuan, namun sedikit pertimbangan;
- Kita memiliki banyak ahli, namun lebih banyak masalah;
- Kita memiliki banyak obat-obatan, namun sedikit kesembuhan/pemulihan;
- Kita minum terlalu banyak, merokok terlalu banyak, terlaluh gegabah, sedikit tertawa, mengemudi terlalu cepat, terlalu cepat marah, terjaga sampai larut malam, bangun dengan lesuh, dan jarang membaca;
- Kita terlalu banyak menonton TV, dan lebih jarang berdoa;
- Kita memperbanyak harta, namun lebih sedikit membagi;
- Kita terlalu banyak berbicara, jarang mengasihi, dan lebih sering membenci;
- Kita belajar bagaimana mencari kebutuhan hidup, namun bukan kehidupan;
- Kita telah menambah waktu usia kita, namun bukan kehidupan kepada waktu;
- Kita telah pergi ke bulan dan kembali, namun memiliki masalah.menyebrang jalan untuk menyapa tetangga kita;
- Kita telah menaklukkan luar angkasa, tetapi bukan [dalam] diri kita;
- Kita telah melakukan hal yang besar, namun buka yang lebih baik;
- Kita telah membersihkan lingkungan, namun bukan jiwa kita yang kotor;
- Kita telah membelah partikel atom, namun bukan prasangka kita;
- Kita menulis lebih banyak , namun lebih sedikit belajar;
- Kita berencana lebih banyak, namun lebih sedikit hasil;
- Kita belajar untuk cepat, namun tidak untuk menunggu;
- Kita telah membuat computer untuk menyimpan dan menghasilkan lebih banyak, namun lebih sedikit komunikasi dengan sesama;

- Waktu ini dalah waktu dengan makanan instan “fast food”, namun system pencernaan yang lebih lambat; Manusia-manusia yang tinggi, namun karakter yang pendek; Keberuntungan yang menanjak, namun relasi yang dangkal;
- Waktu ini adalah waktu dengan banyak kepelisiran, namun sedikit kegembiraan; lebih banyak jenis makanan, namun dengan gizi yang lebih rendah;
- Waktu ini adalah waktu dengan penghasilan yang lebih banyak, namun lebih banyak perceraian; rumah-rumah yang mewah dan kokoh, namun rumah tangga yang hancur/berantakan;
- Waktu ini adalah hari-hari dengan perjalanan supersonic, moralitas yang merosot, hidup hanya untuk seketika, obesitas, dan obat-obat untuk kemeriahan sampai kepada ketenangan, dan selanjutnya kematian;
- Waktu ini adalah waktu dimana banyak pertunjukkan pada etalase-etalase toko, namun dengan gudang yang kosong; Waktu ketika teknologi merubah cara kita hidup, bekerja dan berbelanja.
- Lucu bagaimana Rp.10.000,- terlalu banyak ketika kita membawa ke gereja untuk persembahan, namun terlalu sedikit ketika kita bawa ke mal;
- Lucu betapa lama kita rasakan dalam berbakti/melayani Tuhan selama satu jam, namun betapa cepat menonton pertandingan “Liga Inggris” selama satu setengah jam;
- Lucu betapa sangat lama berbakti digereja beberapa jam, namun begitu singkat ketika menonton TV/film;
- Lucu bagaimana sulitnya kita untuk mengucapkan beberapa kata ketika berdoa, namun tidak ada masalah ketika menceritakan tentang orang lain [gossip];
- Lucu bagaimana kita bersemangat ketika terjadi perpanjangan waktu dalam pertandingan sepak bola. Namun bersungut-sungut ketika jam khotbah sudah lewat;
- Lucu bagaimana menjemukan untuk membaca satu pasal dalam Alkitab, namun sangat bersemangat dalam membaca novel “Kho Ping Ho” beberapa jilid;
- Lucu bagaimana kita berebutan untuk mendapatkan tempat duduk didepan dalam suatu pertandingan/konser, namun berebutan untuk mendapatkan tempat duduk paling belakang di gereja;
- Lucu bagaimana kita memerlukan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan ”ambil bagian” di gereja, namun dapat segera menyesuaikan jadwal kita pada menit-menit terakhir untuk kegiatan yang lain;
- Lucu bagaimana sulitnya untuk orang belajar firman Tuhan dan membagikannya kepada yang lain, namun sangat gampang untuk orang yang sama mengerti dan mengulangi “tambah sedikit” sebuah gosip;
- Lucu bagaimana mudahnya kita percaya apa yang dikatakan disurat kabar [koran], namun banyak bertanya mengenai apa yang dikatakan oleh Alkitab;
- Lucu bagaimana semua orang mau pergi ke Surga asal saja mereka tidak perlu percaya, berpikir, berkata-kata, atau melakukan sesuatu’
- Lucu bagaimana kita bisa mengirim ribuan cerita humor melalui e-mail dan menyebarkannya dengan cepat, tetapi ketika kita mengirim sesuatu tentang Tuhan, banyak yang berpikir dua kali untuk membagikannya.

Ditulis dalam Motifasi | 1 Komentar »

6 Pertanyan yang patut kita renungkan

Posted by LORAN pada Maret 7, 2009

6 Pertanyan yang patut kita renungkan

 

 

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..

Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

 

Pertama…

“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab… “orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya” …

Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar… Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”.. . Sebab kematian adalah PASTI adanya…..

 

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua…

“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab… “negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang” …

Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar… Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”… Siapa pun kita… bagaimana pun kita…dan betapa kayanya kita… tetap

kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu… Sebab itu kita harus menjaga hari ini… dan hari-hari yang akan

datang..

 

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga…

“Apa yang paling besar di dunia ini…???”

Murid-muridnya ada yang menjawab “gunung”, “bumi”, dan “matahari”.. .

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru … Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”… Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya… Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu… Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini… jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)…

 

Pertanyaan keempat adalah…

“Apa yang paling berat di dunia ini…???”

Di antara muridnya ada yang menjawab… “baja”, “besi”, dan “gajah”…

“Semua jawaban hampir benar…”, kata Sang Guru .. tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”…

 

Pertanyaan yang kelima adalah… “Apa yang paling ringan di dunia ini…???”

Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan” …

“Semua itu benar…”, kata Sang Guru… tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah”…

 

Lalu pertanyaan keenam adalah…

“Apakah yang paling tajam di dunia ini…???”

Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !”

“(hampir) Benar…”, kata Sang Guru tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”… Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati… dan melukai perasaan saudaranya sendiri…

 

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…

senantiasa belajar dari MASA LALU…

dan tidak memperturutkan NAFSU…???

Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun…

dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH….

serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita…???

 

Ditulis dalam Motifasi | 2 Komentar »

Inipun akan berlalu

Posted by LORAN pada Februari 16, 2009

Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal
ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu
hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua
harta warisan ayahnya.

Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini
disembunyikan oleh ayah mereka. Mereka membuka kotak itu dan menemukan
dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan
berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah.

Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia
menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan
turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus
menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan
yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”

Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku
ambil yang perunggu.” Keduan ya m! engenakan cincin tersebut di jari
masing-masing dan berpisah.

Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang
mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?”
Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin
itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya
sembari kembali mengenakan cincin tersebut.

Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen
berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan.
Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi,
hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya
dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai
obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya
untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.

Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia
teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak
menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat
bahwa:
INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. !
Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam
segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang
datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan
batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.

Peace & Love

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

HIDUP BEGITU BERHARGA

Posted by LORAN pada Januari 28, 2009

“It’s your choice, make it great day! – Itu pilihan Anda, jadikan hari Anda menyenangkan.” Greg Gorman. Hidup ini sebenarnya sangat singkat, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Kata sang Buddha, hidup ini hanya 2 tarikan nafas. Jika kita berhasil menghirup udara, belum tentu kita berhasil mengeluarkannya. Sekedar ilustrasi, jika Anda ingin hidup 70 tahun, berarti waktu yang Anda miliki 25.500 hari atau 613.200 jam. Itupun sebagian besar digunakan pada masa kanak-kanak dan kita belum mengerti bagaimana menjalani kehidupan ini. Bisa jadi waktu yang benar-benar kita miliki hanya sepertiga bagian atau bahkan seperempat bagian saja. Apa yang Anda rasakan ketika Anda mendengar kesaksian dari orang-orang yang selamat dari bencana? Begitu berat perjuangan mereka untuk dapat bertahan hidup, sehingga mereka dapat berbagi cerita dengan Anda. Saya tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi sekedar mengingatkan begitu singkat dan berharganya hidup kita. Sayang sekali jika waktu dan kesempatan yang masih kita miliki tersia-sia karena kita tidak mampu menghargai kesempatan ‘emas’ dari Tuhan YME. Sepantasnya kita bersyukur, karena kita tak harus menjalani masa-masa kritis dimana kemungkinan hidup dan mati sangat tipis akibat sakit, tertimpa bencana alam, kecelakaan dan lain sebagainya. Pasti Anda termasuk orang yang beruntung jika sampai pada bagian ini Anda tergerak hati untuk menggunakan sisa waktu yang masih Anda miliki untuk melakukan banyak hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda semakin menghargai kehidupan sehingga Anda dapat lebih menikmatinya. Pertama ciptakanlah visi atau impian. Definisikan dengan jelas bagaimana Anda ingin memberi arti bagi kehidupan ini. Javan, penemu gas laser kelahiran Iran mengatakan, “Saya tidak berharap menjadi segalanya bagi setiap orang. Saya hanya ingin menjadi sesuatu untuk seseorang.” Pasti Anda mempunya pendapat lain bagaimana memberi arti terhadap kehidupan Anda sendiri. Setelah itu lakukanlah introspeksi diri. Jika Anda menemukan hal-hal yang membuat hidup Anda tidak nyaman, maka rencanakan untuk membuat beberapa perubahan yang dibutuhkan. Pastikan bahwa rencana perubahan-perubahan tersebut dapat mendekatkan Anda pada visi tersebut dan membuat Anda semakin menghargai apa yang Anda miliki. Langkah terpenting selanjutnya adalah melaksanakan perubahan seperti yang sudah Anda rencanakan sebelumnya. Pada proses ini Anda akan menemukan semakin banyak nilai-nilai yang pada akhirnya ikut mempengaruhi pikiran, keputusan, tindakan dan pengalaman hidup Anda. Dalam hal ini Anda juga harus pandai memanajemen waktu agar waktu Anda benar-benar termanfaatkan dengan baik. “Decide upon your major definite purpose in life and then organize all activities around it. – Putuskan target hidup Anda secara garis besar, lalu rencanakan tindakan-tindakan untuk mencapainya,” kata Brian Tracy. Semakin keras Anda bekerja, semakin besar hasil yang akan Anda dapatkan. Bukan berarti saya anjurkan kerja keras mengejar materi semata, melainkan mengejar pemenuhan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial. Pemenuhan semua kebutuhan hidup tersebut harus pula seimbang.

Untuk itu berilah tubuh Anda dengan asupan gizi yang cukup sebagai modal untuk bekerja keras. Dengan fisik yang sehat sangat mungkin Anda dapat melakukan banyak hal yang positif dan menjadikan kehidupan Anda lebih baik dan berarti bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan sia-siakan tubuh Anda dengan melakukan tindakan-tindakan konyol yang membahayakan jiwa atau mengkonsumsi makanan atau minuman yang dapat merusak kesehatan. Jadwalkan secara rutin olah raga atau yoga agar tubuh lebih segar dan berstamina.

Gunakan juga kesempatan yang masih tersisa untuk memperluas wawasan. Bacalah buku atau ikuti seminar atau dengarkan radio yang dapat menginsiprasi ide-ide, keterampilan, maupun semangat baru. Dengan demikian Anda dapat bertindak dan bertutur kata lebih baik sehingga kualitas hidup Anda lebih baik, lebih kreatif, tidak mudah stres atau putus asa.

Hubungan sosial sangat penting agar kehidupan Anda lebih menyenangkan. Sekali-kali luangkan waktu bersama-sama orang-orang di sekitar Anda. Jangan segan berbagi waktu atau hadiah-hadiah kecil, misalnya terlibat dalam kerja bakti di lingkungan sekitar rumah, memberi kado unik kepada pasangan, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang bisa Anda lakukan untuk membangun hubungan baik dengan orang lain agar hidup Anda lebih menyenangkan. Beberapa contoh tindakan sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menciptakan hubungan baik dengan orang lain adalah lebih mencintai, lebih banyak memberikan senyuman manis, lebih ramah dalam melayani, dan lain sebagainya.

Sedangkan kekuatan spiritual adalah sumber kebajikan, sebagai kunci keseimbangan hidup Anda. Oleh sebab itu dekatkanlah diri kepada Tuhan YME dengan beribadah dan melaksanakan juga nilai-nilai kebajikan sesuai dengan agama yang Anda anut. Kekuatan spiritual akan mencegah Anda dari kebiasaan- kebiasaan buruk misalnya mengeluh dan lain sebagainya. Sebaliknya Anda menjadi lebih pandai bersyukur dan menghargai kehidupan Anda.

Langkah selanjutnya adalah menggunakan nilai-nilai kebaikan dalam agama, sosial, maupun ilmu pengetahuan ke dalam aktifitas kehidupan sehari-hari secara konsisten. Semakin banyak nilai-nilai kebaikan yang dapat Anda terapkan, kehidupan Anda akan terus lebih baik. Suatu saat Anda akan dapat menikmati kehidupan yang dulu mungkin Anda anggap jauh dari angan.

Dalam melaksanakan beberapa langkah yang saya uraikan di atas tentu membutuhkan kemauan yang keras dan kedisiplinan. Meskipun masing-masing diantara kita memiliki keterbatasan, tetapi Tuhan YME menyediakan banyak sekali pilihan. Saya yakin Anda dapat melaksanakan langkah-langkah tersebut dengan baik, jika Anda betul-betul mencintai diri Anda dan memilih untuk menggunakan kesempatan ’emas’ yang masih Anda miliki dengan sebaik-baiknya.

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

DI BALIK KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP PRIA DAN WANITA

Posted by LORAN pada Desember 24, 2008

DI BALIK KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN HIDUP PRIA DAN WANITA    

Ada cinta, perhatian dan penghargaan dibalik kesuksesan dan kebahagiaan pria dan wanita. Tak heran jika sampai ada pepatah mengatakan bahwa di belakang seorang pria hebat pasti ada seorang wanita yang hebat. Begitupun sebaliknya, karena wanita dan pria diciptakan untuk saling melengkapi.

Contohnya dalam kehidupan Barrack Husein Obama, presiden AS terpilih ke-44. Tak hanya satu tetapi 3 wanita yang berperan besar terhadap kehidupan pria yang sedang hangat dibicarakan dunia akhir-akhir karena begitu diharapkan mampu menyelesaikan masalah-masalah peperangan, inflasi, krisis keuangan global dan menorehkan sejarah baru di AS maupun dunia. Ibu, nenek dan istrinya sangat berpengaruh terhadap sikap, pola pikir, hingga proses ia terpilih menjadi presiden pada tanggal 5 Oktober 2008 lalu.

Barrack Husein Obama adalah putra Ann Dunham, seorang wanita asal Wichita Kansas. Ibunya dikenal pandai bergaul dan mengedepankan pendidikan putra-putrinya. Oleh sebab itu, pada tahun 1972 ia membawa Obama kembali ke Honolulu-Hawaii untuk belajar dan diasuh neneknya. Obama dianggap mewarisi kepintaran ibunya dalam bergaul dan berbahasa.

Madelyn Dunham adalah wanita yang banyak mempengaruhi pola pikir dan sikap Obama. Wanita tersebut sangat realitis, disiplin, dan hanya berbicara seperlunya. Sikap dan pola pikir Obama pun terbentuk tak jauh berbeda dengan perilaku neneknya itu.

Sedangkan Michelle Robinson adalah wanita yang dinikahi Obama pada tanggal 3 Oktober 1992. Wanita yang mendapat Juris Doctor (J.D) degree dari Sekolah Hukum Harvard dan B.A cum laude di Princenton University tahun 1985 itu sangat besar perhatiannya terhadap keluarga terutama terhadap pendidikan kedua putrinya dan karir Obama. Ia adalah motivator yang handal bagi Obama terlebih selama masa kampanye pemilihan presiden AS.

Sejak bulan Mei 2007, wanita kelahiran Chicago 17 Januari 1964 itu makin intensif mendampingi suaminya berkampanye. Bahkan pada bulan Februari, dalam 8 hari Michelle menghadiri 33 acara dan 2 kali tampil dalam acara Oprah Winfrey Show. Michelle dianggap sebagai figur publik yang kharismatik sejak awal kampanye. Setiap pidatonya, terutama pada malam konvensi tanggal 25 Agustus 2008, telah berhasil memikat hati publik. Obama sangat beruntung memiliki istri, ibu dan nenek yang sangat membantu meraih keberhasilannya.

Begitulah wanita memiliki kekuatan sekaligus kelembutan sehingga mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan kita. Tuhan menjadikan wanita mahkluk verbal, yang dapat menyebabkan orang lain merasa nyaman dan bahagia, tetapi juga dapat menyebabkan frustasi dan stres. Begitupun seorang pria, ia juga berperan besar memberikan efek positif ataupun negatif.

Masing-masing individu, pria atau wanita sama-sama berperan penting sebagai agen perubahan positif, dengan syarat harus ada nilai-nilai penghargaan, perhatian dan cinta yang terpelihara diantara keduanya. Wanita memerlukan cinta, perhatian dan penghargaan seperti membutuhkan udara untuk bernafas, begitupun laki-laki. Oleh sebab itu perlakukan pasangan dengan cinta, perhatian dan penghargaan yang ia butuhkan, sebab setiap orang diciptakan sama-sama memiliki kekuatan sekaligus harga diri.

Penghargaan meliputi perhatian terhadap apa yang mereka lakukan, membiarkan masing-masing menjadi diri mereka sendiri dan berbeda dari diri Anda. Laki-laki dan perempuan sama-sama ingin dimengerti dan dihargai atas apa yang telah mereka usahakan. Untuk itu berusahalah saling mengikuti harapan atau kebijaksanaan masing-masing. Bertumbuhlah bersama, termasuk dalam hal intelektual.

Sementara itu, laki-laki dan perempuan mempunyai bahasa yang berbeda dalam mengungkapkan cinta, perhatian dan penghargaan. Dalam banyak hal wanita dan pria juga mempunyai cara yang berbeda dalam mengekspresikan cinta, perhatian dan penghargaan. Oleh sebab itu buatlah jurnal atau catatan yang dapat mengingatkan Anda untuk menghargai cinta dan perhatian pasangan.

Tentu saja tanpa memberi cinta, perhatian dan penghargaan terhadap orang lain maka Anda akan kesulitan mendapatkan hal serupa. “Jika ingin mengambil, Anda harus memberi lebih dulu. Inilah awal mula kecerdasan,” kata Lao Tzu (600-531 SM), seorang filsuf Cina, penemu ajaran Taoisme. Oleh sebab itu jangan segan mengekspresikan cinta, perhatian, dan penghargaan yang tulus terhadap pasangan. Karena Anda juga akan mendapatkan cinta dan penghargaan, yaitu modal maya paling berharga dibalik keberhasilan dan kebahagiaan hidup Anda.

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

NILAI KESADARAN

Posted by LORAN pada Desember 18, 2008

NILAI KESADARAN  

Dikisahkan, seorang direktur eksekutif di sebuah perusahaan multinasional berkisah tentang perjalanan kariernya. Saat masih muda, aku bangga pada diriku sendiri yang pintar, lulus sekolah dengan angka yang memuaskan dan bersikap angkuh pada orang-orang yang tidak sepandai aku. Aku dulu egois sekali, mengejar karier secepat mungkin tanpa mempertimbangkan perasaan orang-orang yang aku dahului. Yang penting cepat sampai ke tujuan tanpa pernah menyadari bahwa kepandaian dan caraku memenangkan perdebatan di meja rapat ternyata menyakiti teman-teman dan seniorku sendiri. Yang penting dewan direksi senang dan puas dengan hasil kerjaku, maka karierku pasti akan meningkat dengan pesat begitu pula dengan gaji dan fasilitas yang bakal ku terima. Yang lainnya aku tidak peduli. Sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak merasa perlu bersosialisasi, menyebabkan aku dijauhi teman dan ketika sadar, tiba-tiba aku sendirian!

Saat kelelahan karena pekerjaan yang menumpuk, tidak ada satu orang teman pun yang menyapaku apalagi membantu. Ketika sakit, tidak ada yang menanyakan keadaanku apalagi menjenguk. Hidupku begitu kering dan kesepian. Hanya ada satu orang yang menyapaku dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya, yaitu si Udin, cleaning service merangkap office boy di kantorku. Sosok pemuda kampung yang ramah dan siap membantu.

Sapanya yang khas setiap bertemu, “Selamat pagi, siang, atau sore, Pak.” “Mau tambah minum apa?” atau “Apa yang bisa saya Bantu, Pak?” Meskipun pekerjaannya berat, menyiapkan segala properti untuk semua orang di kantor, dia selalu ringan tangan menolong orang lain yang bukan menjadi tugasnya sehingga dia sangat disukai oleh semua orang. Bahkan saat tidak masuk kerja karena sakit, beberapa orang kantor menyempatkan menengok dan mengumpulkan uang membantu Udin.

Diam-diam aku iri kepada udin dan marah kepada diriku sendiri. Iri kepada Udin? Yang cuma cleaning service? Sungguh keterlaluan! Kenyataan itu serasa menamparku dengan keras. Selama berhari-hari aku merenung dan meneliti kembali tujuan hidupku. Apakah aku bahagia dengan perolehan yang telah aku capai selama ini? Apakah ini tujuan hidup yang aku inginkan? Dan banyak lagi pertanyaan yang menggantung di benak ini. Sejak itu, aku sadar dan segera membuat rencana untuk berusaha merubah diri menjadi lebih baik seperti yang aku inginkan. Menjadi pribadi yang lebih menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain. Perubahan demi perubahan positif pun terjadi. Sungguh luar biasa. Kesadaranku muncul karena seorang Udin!

Pembaca yang budiman,

Pepatah bijak mengatakan “Setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain” dan yang sering saya sharingkan, “Sebuah prestasi tanpa dilandasi oleh kepribadian dan pikiran yang positif maka akan rapuh dan mudah runtuh” adalah sangat tepat untuk menggambarkan kisah tadi. Apalah artinya pintar jika hanya menyakiti orang lain, bahkan teman sendiri? Karena sesungguhnya, pintar adalah berkah dari yang Kuasa. Tetapi mampu mengelola kepintaran sehingga bermanfaat dan membahagiakan bagi diri sendiri dan orang lain itu baru lah kebijaksanaan.

Mari mengevaluasi diri sendiri, untuk selalu menghargai berkah yang diberikan Tuhan kepada kita.

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berjalan dengan keong

Posted by LORAN pada Desember 9, 2008

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.

Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak.

Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : “Aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!”

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.

Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.

Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap.

Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang..

Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.

Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.

Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.

Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.

Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?

Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

“He’s here and with me for a reason”

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi,

Haruslah berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.

Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.

Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.

Saat bertemu penolongmu,

Ingat untuk bersyukur padanya.

Karena ialah yang mengubah hidupmu

Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,

Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .

Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

 

Saat bertemu orang yang pernah kau benci,

Sapalah dengan tersenyum.

Karena ia membuatmu semakin teguh/kuat.

Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, baik-baiklah berbincanglah dengannya.

Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, berkatilah dia.

Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,

Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.

Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu

Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,

Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.

Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan

Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,

Berterima-kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.

Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati..

 

 

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Posted by LORAN pada November 21, 2008

PRASANGKA   flowers-66

Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya yang masih berusia sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang, si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. “Kali ini Putri harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan,” geram si ibu dalam hati.

Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke dalam rumah.

“Putri…Putri…Putri…, bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak! Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!” Serunya sambil menangis merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan menguncang-guncangkan tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri tidak bereaksi sama sekali.

Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang masih berantakan tetapi terbaca jelas.

“Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Hi… hi… hi…, ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!” Dan meledaklah tangis sang ibu.

Pembaca yang budiman,

Huai Ie, prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang cocok dengan kisah tadi dan penyesalan biasanya datang menyusul di belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul karena prasangka negatif maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

PELAJARAN DARI SEEKOR IKAN

Posted by LORAN pada November 19, 2008

PELAJARAN DARI SEEKOR IKAN

Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapuku mati.

Sejak saat dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan,

lumut pasti akan bermunculan di akuarium kesayanganku.

Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga
tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru.

Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku.

Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan.

Keindahan ikan-ikan kokiku akan tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan

tumbuh dengan sehatnya menemani mereka.

Ikan sapu-sapu bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan

lumut-lumut itu.

Sebab sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya lumut dalam

akuarium atau kolam ikan.

Pada sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu
untuk mampir ke toko ikan dekat rumahku.

Aku berkeliling mencari ikan hitam yang tidak menarik dan berkulit kasar itu.

Akhirnya, kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya,
walaupun tetap tidak indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya
akan kasar.

“Berapa Pak, harganya?” tanyaku pada si penjual ikan itu.

“Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak,” jawab si penjual itu.

Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung kutapakkan kakiku
menuju rumah.

Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium.

Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan, ikan itu langsung
meliuk-liuk. Dan … betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca
yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh
lumut tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan
sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan.

Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya
kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan akuariumnya.

Pikirku weekend nanti pasti aku ada waktu. Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapuku!

Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa
ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah …. Tapi
bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh …, tapi kok
lain ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus
kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan
kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus
kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.

Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam
yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam
dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah
itu.

Aku tersadar …. Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan
bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di
sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca
akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali
bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang
tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah
melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli,
tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa
seperti ini.

Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang
tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini.

Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan
fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi
Tuhan memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat
membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening
kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh
siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari
lumut.
Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa
aku tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan
kecil itu untuk menyadarkan aku, “Kuciptakan dirimu bukan untuk hal
yang tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku,
untuk melakukan hal-hal besar bagi-Ku!”
Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil
yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan
memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan
tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di
dunia ini.

Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata,
aku memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi
ada hal istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan
jadi berkat bagi banyak orang karena Tuhan yang menganugerahkannya.
Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah
menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku
menapaki hari-hari ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk
semua pelajaran indah ini.
Terima kasih

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

BELAJAR DARI KUNGFU PANDA

Posted by LORAN pada November 10, 2008

BELAJAR DARI KUNGFU PANDA   

Kung Fu Panda merupakan salah satu film animasi garapan Dreamworks, sangat menghibur dari segi cerita, musik, maupun animasinya. Yang paling berkesan dari film tersebut sebenarnya isi atau pesan dari keseluruhan cerita. Di dalamnya banyak sekali teladan sikap untuk meraih keberhasilan dan hidup lebih baik.

Tokoh utama dalam film tersebut adalah seekor panda bernama Po, bertubuh gemuk karena doyan makan, penuh semangat tetapi sedikit ceroboh dan sangat menyukai bela diri kung fu. Meskipun sibuk membantu ayahnya mengelola sebuah restoran mie yang terkenal kelezatannya, ia sangat terobsesi untuk menguasai bela diri kung fu. Po sangat antusias dalam menyaksikan turnamen kung fu yang akan diselenggarakan di kotanya.

Ketika menaiki tangga Po mengalami kesulitan karena tubuhnya yang gemuk. Dengan nafas terengah-engah ia terus mencoba menapaki tangga satu per satu hingga sampai ke puncak. Kegigihan sikap Po membuat master Ogway terkesan lalu memilihnya sebagai Dragon Warrior (Pendekar Naga). Po tentu saja senang bukan kepalang mendapatkan kesempatan tersebut.

Master Shifu, yaitu penerus master Ogway, justru kecewa terhadap pilihan master Ogway. Master Shifu menyayangkan pilihan itu bukan diberikan kepada salah satu diantara ke-5 muridnya. Dari sanalah tantangan bermula, karena master Shifu terus berusaha menyingkirkan Po dari perguruan.

Po sangat sedih karena merasa dirinya tidak disukai master Shifu dan ke-5 muridnya. Suatu saat master Ogway mendekati Po dan berkata, “Yersterday is a history, tomorrow is a mystery but today is a gift, that is why it is called the present.” – Semalam adalah sebuah sejarah, besok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini dinamakan present atau hadiah.” Po mengerti maksud ucapan master Ogway agar dirinya menghargai kesempatan yang sudah dapatkan saat itu dan mengabaikan hal-hal negatif di sekelilingnya, termasuk kebencian master Shifu.

Nasehat tersebut benar-benar dilaksanakan oleh Po. Ia berusaha mengambil hati master Shifu dan ke-5 rekan lainnya dengan selalu bersikap riang, senang melucu, dan kepandaiannya memasak. Tetapi master Shifu masih berkeras hati. Ia bersedia melatih Po karena mendapat amanat atau perintah master Ogway sebelum meninggal dunia.

Semangat Po berlatih kung fu sangat luar biasa. Ia senang belajar kung fu bersama idolanya yaitu si monyet. Proses latihan lambat laun membentuk Po menjadi pendekar kung fu handal, bahkan ia mampu menekuk lutut Tai Lung yang nyaris menghancurkan desa mereka, Happy Valley.

Sikap Po membawa pesan untuk kita teladani. Walaupun dirinya merasa tidak disukai, tetapi Po tetap berusaha bersikap sebaik mungkin. Ia menyingkirkan egoisme jauh-jauh, sebab ia tidak ingin melepaskan kesempatan emas yang sudah ada di tangannya. Terbukti sikap Po yang mengabaikan gelembung-gelembung emosi negatif sangat membantu dirinya merebut hati tokoh lain dan konsisten berusaha meraih impian sebagai Dragon Master.

Lebih lanjut dikisahkan Po berhasil menjadi Dragon Master, dan ia berhak membaca Sacred Scroll (surat wasiat) yang ada di perguruan kung fu tersebut. Tetapi Po mendapati tidak ada satupun huruf tertera dalam kitab tersebut. Tentu saja Po kecewa dan merasa kehilangan harapan. Sehingga ia memutuskan kembali membantu ayahnya mengelola restoran mie.

Suatu saat ayah Po membisikkan resep rahasia kelezatan mie mereka. “There is no secret recipe. To make something to be special, you just have to believe it is special. – Tidak ada resep rahasia. Untuk menjadikan sesuatu menjadi spesial maka Anda harus yakin sesuatu itu spesial,” bisik ayahnya. Po terperanjat sekaligus terinspirasi bahwa kitab naga itu memang kosong, tetapi dirinya harus optimis mampu mengalahkan musuh yang sudah menanti.

Apa yang dapat kita petik dari sepenggal bagian kisah tersebut? Sebuah pelajaran bahwasanya memang tak ada rahasia khusus untuk meraih kesuksesan. Masing-masing diantara kita mempunyai potensi, kekuatan dan keunikan tersendiri. Hanya dengan sedikit ketekunan menjalani proses, kemauan memperbaiki diri dan melakukan yang terbaik serta keyakinan, maka seluruh potensi di dalam diri kita baru akan menjelma menjadi prestasi yang mengagumkan.

Lebih lanjut dikisahkan master Shifu meragukan kemampuan Po, karena ia terlalu gemuk. Ia tidak yakin dapat melatih Po menjadi pendekar Kung Fu. Tetapi dengan bijak Oog way berkata, “There is no accident. You just need to Believe! – Tak ada sesuatu yang kebetulan. Kamu hanya perlu percaya.”

Master Shifu kemudian yakin dapat melatih Po menjadi pendekar hebat. Master Shifu faham Po akan termotivasi belajar keras jika ada makanan. Shifu berhasil melatih Po sampai benar-benar menjadi pendekar hebat karena ia memanfaatkan kelemahan Po yang doyan makan.

Pada segmen kisah tersebut kita dapat belajar bahwa keyakinan merupakan salah satu kunci keberhasilan. Karena keyakinan membuat kita lebih berani menghadapi tantangan dan terus melangkah, tidak menyerah karena kekurangan melainkan menjadikan kekurangan tersebut sebagai kekuatan. Kesuksesan bisa kita peroleh tentu bukan karena faktor kebetulan, melainkan dikarenakan serangkaian tindakan yang pantang menyerah hingga ke titik kesuksesan tersebut.

Sementara itu, dukungan keluarga tentu sangat penting menunjang keberhasilan seseorang. Bagian kisah Kung Fu Panda mengilustrasikan ayah Po sebagai sosok orang tua teladan. Bukan hanya karena kesederhanaannya saja, melainkan dukungan, perhatian dan kasih sayangnya yang sangat besar.

Hal itu terlihat dari caranya menyambut kepulangan Po, sikap maupun kalimat-kalimat positif yang terlontar. Sehingga Po terinspirasi tentang makna kitab yang kosong sekaligus termotivasi lagi. Bagian kisah ini cukup menggugah saya untuk mengoreksi diri apakah sikap dan tutur kata saya sebagai orang tua sudah cukup memberikan keteladanan, kasih sayang dan semangat bagi putra dan putri tercinta agar mereka menjadi generasi berkualitas dan memiliki moralitas?

Film tersebut sangat patut Anda saksikan, karena mengandung begitu banyak pesan positif agar kita dapat hidup lebih baik dan sukses. Salah satu diantaranya adalah hidup lebih baik harus diusahakan melalui serangkaian upaya, mulai dari impian, kemampuan mengendalikan emosi, bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas, sekaligus memperbaiki diri dan meningkatkan semangat. Tak baik hanya berangan apalagi menunggu, karena sekaranglah saat paling tepat untuk segera bekerja mengeksplorasi semua hal terbaik di dalam diri Anda.

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Belajar menulis di pasir

Posted by LORAN pada November 4, 2008

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.

 

Di tengah perjalanan mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.

 

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi.

Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

 

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”

Temannya sambil tersenyum menjawab,

 

Ketika seorang Sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

 

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll, karena sudut pandang yang berbeda.

Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari hubungan jangka panjang mungkin sekali jauh lebih besar ketimbang kekecewaan masa lalu.

 

Nobody’s perfect!!!

 

Belajarlah menulis di atas pasir.

Ditulis dalam Motifasi | 1 Komentar »

TIDAK MENUNDA BERBUAT BAIK

Posted by LORAN pada Oktober 30, 2008

Berbuat baik kepada siapa pun dan apa pun di dunia ini mendatangkan kedamaian dan kebahagiaan ke dalam hati. “Your own soul is nourished when you are kind; it is destroyed when you are cruel. – hatimu akan berbunga ketika Anda berbaik hati; tetapi kebahagiaan itu akan lenyap ketika Anda berbuat jahat,” kata King Solomon. Sebaliknya, kejahatan hanya mendatangkan kecemasan, kesedihan, dan rasa tidak nyaman lainnya.

Berikut ini kisah tentang seorang pria peruh baya yang cukup sukses berbisnis bahan-bahan kebutuhan pokok. Setiap hari ia selalu mendapatkan omzet penjualan sangat besar. Tetapi ia mempunyai sifat sombong, menang sendiri, dan tidak segan mencelakai orang lain jika berselisih paham atau bersaing dagang dengannya. Hal itu membuat pria tersebut ditakuti sekaligus dibenci orang.

Suatu saat ia mendatangi seorang peramal untuk menerka seberapa besar keberuntungan yang akan ia peroleh di tahun-tahun berikutnya. Tetapi peramal tersebut justru mengungkapkan bahwa pria itu tidak akan dapat bertahan hidup lebih dari 47 tahun. Pria yang saat itu berusia 44 tahun sangat kesal mendengar ramalan itu, lalu pergi begitu saja.

Tetapi dalam perjalanan pulang ia terus terngiang semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang peramal. Ia menjadi tidak tenang, lalu mencoba menemui beberapa peramal lain yang tak kalah masyhur pada saat itu. Berbagai bentuk teknik ramalan, mulai dari membaca garis tangan, fengsui, baguo, bazhi (ramalan waktu lahir), semuanya mengisyaratkan bahwa usia pria itu tak akan lebih dari 47 tahun.

Meskipun sedih, ia berusaha menerima ‘kenyataan’ bahwa sisa hidupnya hanya 3 tahun lagi. Ia mulai bersiap-siap menjelang ‘kematian’. Berbagai bentuk kebaikan ia laksanakan, berharap dapat membawa amal baik sebanyak mungkin jika harus meninggal dalam waktu 3 tahun mendatang.

Sejak saat itu ia rajin beramal, membantu orang miskin di sekitar rumahnya. Ia juga tidak segan membagikan harta bendanya untuk membantu teman-teman maupun kerabat jauh yang membutuhkan bantuan. Hampir semua orang yang pernah mengenal dirinya dulu merasa heran sekaligus senang atas perubahan drastis sikapnya itu.

Masa berlalu dan usia pria itu sudah menginjak 47 tahun. Pria tersebut sudah dikenal sangat baik dan pemurah. Sedangkan bisnisnya sudah jauh lebih besar dibandingkan 3 tahun yang lalu. Anehnya sampai usianya merangkak masuk ke tahun 50, ramalan dari para peramal kesohor itu tak satu pun terbukti.

“Baiknya kamu datangi peramal-peramal itu. Obrak-abrik saja isi rumah mereka, karena mereka semua sudah berbohong padamu,” celetuk sahabat karibnya bernada kesal.

“Ah, tidak perlu itu. Justru aku harus berterima kasih. Karena semua ramalan itu sudah membuatku lebih baik. Badanku terasa lebih segar, bisnisku lebih maju, pikiranku lebih ringan, dan sangat banyak orang yang baik padaku dibandingkan 3 tahun yang lalu. Hidupku lebih bahagia sekarang,” ucap pria itu tenang.

Inti pesan dalam kisah itu mengajak kita berbuat baik kepada siapa pun, apa pun dan kapan pun. Lakukan kebaikan sesegera mungkin, selagi kita mampu. Berikut beberapa hal mengapa kita sebaiknya tidak menunda untuk berbuat baik.

Kita tidak pernah dapat menebak apa yang akan terjadi 1 jam lagi, 2 jam lagi, dan seterusnya. “You and I can never do a kindness too soon, for we never know how soon it will be too late. – Saya dan Anda tak pernah dapat melakukan kebaikan terlalu cepat, karena kita tak pernah tahu bagaimana ukuran terlalu cepat atau terlambat,” Ralph Waldo Emerson.

Jangan menunda bila Anda ingin berbuat baik, karena tanpa kita sadari penundaan itu membuat kita kehilangan kesempatan. Di masa datang sangat banyak kemungkinan terjadi, misalnya Anda sudah tidak sanggup melakukannya karena sakit, tua, bangkrut, dan lain sebagainya. Kapan lagi kita dapat menikmati kebahagiaan dan kedamaian itu, jika kita tidak berbuat kebaikan sedari sekarang?

Kesempatan hidup kita sangat terbatas, sedangkan tanggung jawab yang harus kita kerjakan sangatlah banyak. Tak seorang pun mengetahui kapan kontrak hidup dengan Tuhan YME akan berakhir. Jika benar-benar habis masa kontrak usia kita tentu kesempatan untuk berbuat baik juga sudah hilang. Oleh sebab itu, segera gunakan kesempatan yang Anda miliki untuk berbuat baik dan jangan pernah menundanya lagi.

Selain itu, tak satu pun manusia di dunia ini yang sempurna. Semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan, entah yang kita sadari atau tidak. Selayaknya kita mengimbangi dosa dan kesalahan tersebut dengan perbuatan positif. Kalau kita tidak segera berbuat baik, bisa jadi kita kembali melakukan kealpaan lagi atau justru terjerembab dalam lingkaran kesalahan.

Berbuat kebaikan dengan penuh kesungguhan pasti menarik kebaikan pula kedalam kehidupan kita. Samuel Johnson mengatakan, “Kindness is in our power, even when fondness is not. – Kebaikan adalah kekuatan kita, sedangkan kesenangan itu bukan.”

Dalam kisah di atas dikatakan bahwa pria paruh baya tersebut merasa badannya lebih sehat, hati lebih tentram, dan bisnisnya berkembang pesat setelah ia mengisi hari-harinya dengan perbuatan baik saja. Sangat banyak manfaat lainnya dari perbuatan baik kita. Semakin cepat kita memulai berbuat kebaikan, semakin cepat pula kita rasakan semua manfaat tersebut.

Ditulis dalam Motifasi | Komentar Dimatikan

MEMENANGKAN PERJUANGAN HIDUP

Posted by LORAN pada Oktober 28, 2008

MEMENANGKAN PERJUANGAN HIDUP

“Life is struggle. The one who enjoys this struggle is the real winner. – Hidup adalah perjuangan. Siapapun yang menikmati perjuangan tersebut adalah pemenang sejati.”
Anupama Kamble Pada bulan November 2007, saya kembali mengunjungi kota Banda Aceh untuk meresmikan kantor cabang yang baru dan menyelenggarakan kegiatan sosial pada sebuah yayasan anak yatim piatu. Saat berjalan-jalan di kota tersebut, saya teringat kedahsyatan tsunami meluluh lantakkan semuanya, termasuk korban jiwa lebih dari 200 ribu. Kedahsyatan kekuatan tsunami nampak jelas dari kapal PLN seberat 2600 ton yang terseret sepanjang 7 kilo meter ke tengah kota dan menindih lebih dari 30 orang.

Saat itu empati masyarakat di Indonesia maupun manca negara sangat besar untuk membantu korban bencana. Semua orang peduli dan ingin menolong, tanpa membedakan ras, agama, warna kulit, dan latar belakang, dan lain sebagainya. Saya dapat merasakan begitu besar kepedulian dan cinta kasih masyarakat negri ini kepada orang lain.

Walaupun masyarakat belum sepenuhnya terlepas dari trauma pasca bencana, saya meilhat masyarakat disana sudah bangkit. Banyak proyek pembangunan dilaksanakan. Diantaranya adalah proyek pembangunan Perkampungan Persahabatan Tiongkok – Indonesia, berupa 765 rumah sederhana bantuan dari Tiongkok yang berlokasi di atas bukit. Kegiatan ekonomi disana melaju cepat, bahkan jalanan di Banda Aceh mulai macet.

Saya terpana menyaksikan kemajuan Aceh yang sangat pesat tersebut. Saya kagum pada ketangguhan mental masyarakat menghadapi tantangan hidup sedahsyat tsunami Desember 2004. Itulah salah satu ‘badai’ yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjuangan hidup manusia. Tetapi sebenarnya manusia juga mempunyai potensi yang super hebat untuk memenangkan perjuangan hidup tersebut dengan berbagai cara.

Salah satu cara memenangkan perjuangan hidup adalah memperkuat mental, dengan menjadikan tantangan hidup sebagai latihan mental. Semakin tinggi kesulitan hidup yang berhasil kita lewati, maka mental kita juga semakin kuat. “Problems are to the mind is what exercise to the muscles, they toughen and make strong. – Masalah-masalah merupakan latihan otot-otot pikiran agar mereka menjadi lebih kuat,” Norman Vincent Peale. Mental yang kuat lebih dapat diandalkan untuk memenangkan perjuangan hidup.

Memiliki visi yang benar dan jelas sangatlah penting untuk memenangkan perjuangan hidup. Banyak orang tidak berhasil menggunakan potensi yang sangat besar dalam dirinya, karena mereka mengabaikan visi atau impian. Sebaliknya, semangat kita untuk bangkit dan maju akan jauh lebih besar setelah mempunyai visi yang benar dan jelas.

Dalam setiap medan perjuangan, kemenangan hanya dapat diperoleh jika kita mempunyai peta kemenangan berdasarkan visi yang jelas. Perencanaan tersebut akan sangat membantu memperhitungkan setiap tindakan yang akan ditempuh. Jika kita konsisten melaksanakan rencana tersebut pasti kita berhasil menjadi pemenang dengan prestasi-prestasi atau karya-karya terbaik.

Keyakinan yang kuat adalah bagian penting lainnya setelah menciptakan visi. Karena keyakinan yang kuat dapat meraih kemenangan akan membuat seseorang mampu memetik pelajaran berharga dan bertindak lebih hati-hati, ketika harus berhadapan dengan kegagalan. Cara seperti ini memperbesar kemungkinan kemenangan segera tercapai.

Keyakinan juga sangat penting untuk membantu kita berpikir jernih dan positif. Misalnya kita tidak meratapi kekurangan atau sombong dengan kelebihan. Sebaliknya, kita menjadikan kekurangan maupun kelebihan tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas diri dan bekerja lebih giat agar segera memenangkan perjuangan hidup.

Entah apa visi rakyat di Aceh sehingga mereka begitu optimis, karena saya melihat mereka tidak berlama-lama meratapi kemalangan dan kepedihan akibat tsunami. Sebagian besar masyarakat sudah aktif membangun kehidupan mereka kembali. Ini nampak dari antusiasme mereka mengerjakan masing-masing peran dan tanggung jawab.

Selain kerja keras, kita juga perlu bekerja cerdas dan ikhlas. Sementara itu dibutuhkan pula landasan keimanan dan kejujuran. Etos kerja semacam itu merupakan salah satu cara jitu memenangkan perjuangan hidup.

Guna memenangkan perjuangan hidup dibutuhkan pula empati atau kepedulian terhadap manusia lain maupun lingkungan. NAD dan Sumatra Utara terpuruk akibat bencana alam, dan saat itu banyak orang berduyun-duyun memberikan pertolongan dalam aneka rupa bentuk. Perlahan-lahan masyarakat korban bencana bangkit, dan semua itu tak lepas dari dukungan dari orang lain. Begitupun empati kita terhadap orang lain akan mempererat hubungan sosial sehingga saling mensinergi satu sama lain diantara kita untuk meraih kemenangan bersama.

Layaknya pertandingan, memenangkan perjuangan hidup butuh persiapan, yaitu melakukan perubahan positif sedari sekarang. Misalnya menggunakan waktu lebih efektif, sehingga masih tersisa beberapa jam untuk berlatih meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan dengan ilmu pengetahuan. Berbenah diri terus menerus, sekalipun dalam skala kecil, merupakan salah satu cara penyempurnaan agar menang melawan tantangan hidup.

Sangat banyak yang bisa kita lakukan untuk memenangkan perjuangan hidup. Kemajuan, kesejahteraan dan kebahagiaan adalah satu hal yang pasti kita dapatkan jika berhasil. Kemajuan pesat di Aceh adalah salah satu contohnya, maka pastikan Anda ada di urutan berikutnya. Jadi tetaplah bersemangat dan menikmati perjuangan hidup Anda.

Ditulis dalam Motifasi | Komentar Dimatikan

PELANGI

Posted by LORAN pada Oktober 27, 2008

 

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?”

Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
 
 

 

 

 

 

 

 

“Coba lihat ke sekitarmu.. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”..    


“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku  memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.

“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku  tidak menyerah.

Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah,” kataNya.

“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.

Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.

“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”

“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”

“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”

“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.
“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan

“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.

“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku  dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.

Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
 
 

 


 
 
 

 

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

SAYA MAU BERUBAH

Posted by LORAN pada Oktober 24, 2008

Dikisahkan, di sebuah seminar motivasi, setelah mendengar banyak kiat-kiat dan pelajaran di sana, saatnya para peserta pulang dengan membawa kesan dan semangat yang membara untuk dipraktekkan di kehidupan mereka lebih lanjut. Di antara mereka, beberapa orang tampak mengalami kemajuan yang berarti. Mereka yang merasakan manfaat dan sangat terbantu setelah mengikuti seminar tersebut, memberitahu teman dan saudara-saudaranya bahwa seminar yang diikutinya sangat bagus dan luar biasa. Dia mulai melakukan anjuran yang diajarkan dan mengalami perubahan cara pandang dan kebiasaannya. Dikesehariaannya, dia berusaha terus menyemangati diri sendiri, aktif mengikuti kegiatan yang positif, mengarahkan seluruh perhatiannya pada usaha yang dijalankan, dan hasilnya….perubahan yang luar biasa dikehidupannya! Mengalami kemajuan dan bersyukur!

Ada kelompok yang lain. Setelah mengikuti seminar, mereka juga tampak bersemangat, bersiap-siap untuk mengadakan perubahan, membuat rencana sedetil mungkin. Sayangnya, setelah beberapa saat, rencana yang dibuat tetaplah rencana. Blok mental karena kebiasaan yang dijalani selama ini yakni malas, menunda, tidak bisa menerima penolakan, cepat putus asa saat mengalami benturan, serta cara pandangnya yang negatif terhadap sekelilingnya menyebabkan dia kembali ke pola lama dan mulai menyalahkan keadaan disekelilingnya yang dituduh tidak mendukung dia.

Akhirnya, saat ditanya, Anda pernah mengikuti seminar motivasi? “Oya. Saya pernah mengikutinya, seminar yang bagus, pesertanya banyak dan pembicaranya hebat tetapi apa yang diajarkan tidaklah mudah untuk dijalankan. Karena sukseskan milik orang-orang tertentu, dan sayangnya saya bukanlah orang itu.”

Kelompok yang lain lagi. Setelah mengikuti seminar, dia pun mulai mencoba membuat perubahan. Sayangnya, upayanya tidak terlalu kuat sehingga saat orang-orang disekililingnya tidak menyukai perubahan yang dicobanya, dia pun merasa dijauhi dan tidak diterima dilingkungannya. Akhirnya, sudah bisa ditebakkan?

Pembaca yang budiman,
Seminar sehebat apapun, teknik secanggih apapun, rumus teori seampuh apapun, selamanya tidak akan mampu merubah manusia jika manusia itu sendiri tidak mau merubah dirinya sendiri!
Bagi saya kehidupan adalah ruang kuliah atau tempat belajar tanpa batas, bagi pembelajar sejati setiap orang bisa menjadi guru bagi dirinya sendiri, bagi pembelajar tulen cepat sekali menyerap apa yang terjadi disekelilingnya dan dengan cerdas mampu mencerna sebagai bahan belajar untuk kemajuan karier dan hidupnya.

Jadi akhirnya semua kembali pada diri sendiri, bagaimana kita mengelola pikiran dan sikap mantal dalam menghadapi perubahan, sekaligus secara tegas mau berubah hingga mampu mengaktualisasikan diri sampai ke puncak kesuksesan.

 

 

Ditulis dalam Motifasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.